Minggu, 23 Maret 2025

PERJALANAN PERGI UNTUK KEMBALI


Gambar 1.1 Stasiun Lempuyangan


Gambar 1.2 Stasiun Tanjung Karang

Gambar 1.3 Pelabuhan Merak-Bakauheni


    

 

Gambar 1.4 Stasiun Jakarta


Jam menunjukan pukul 23.30 penulis berada di Stasiun Lempuyangan Yogyakarta menunggu kedatangan kereta Bengawan untuk tujuan jogja-pasar senen. Saat kereta mulai melaju dalam perjalanannya ada sesuatu yang menarik dari setiap perjalanan heningnya malam, lampu-lampu kota yang perlahan menggelap dan pikiran yang bebas melayang melihat setiap hal yang terjadi. Di dalam gerbong-gerbong kereta suasana penuh hangat ada yang sibuk main handphonenya, ada yang pulas tertidur ada dan seterusnya. Penulis lebih mengisi waktu luang dengan membaca buku Max Havelaar tulisan fenomenal karangan Multatuli  Buku yang membuka mata dunia bagaimana kejam dan busuknya penjajahan di Hindia-Belanda dan memberi ilham pada bangsa Indonesia untuk MERDEKA.

       Pukul 07.40 tibalah kereta di pasar senen. Ibukota yang tak pernah tidur dengan gemerlapnya dunia dan hiburanya. Setelah sampainya penulis langsung melanjutkan perjalanan dengan menggunakan Kereta Commuter Line dengan akhir tujuan Rangkasbitung. Sepanjang perjalanan melihat stasiun besar melihat stasiun kecil  suasana terasa berbeda bagaimana hidup di perkotaan dan pinggiran kota hingga di rural. Berusaha untuk berpikir melihat dan bertanya pada diri sendiri betapa padatnya kehidupan di ibu kota bagaimana orang sibuk bekerja mencari penghidupanya, anak-anak yang ada asik bermain. Lalu sampainya di Stasiun Rangkasbitung, langsung naik KRL lokal arah Merak dengan estimasi perjalanan 2-3 jam. Mendekati ujung pulau Barat Jawa diperlihatkan keadaan khas pelabuhan: antrian kendaraan, suara klakson di tengah kemacetan, orang-orang yang sibuk pulang ke kampung halamanya untuk bertemu sanak-saudara. Menaiki kapal ferry untuk menyeberang ke pulau seberang melalui Selat Sunda selalu punya kesan sendiri. Ada angin sepoi nya yang segar, riak gelombang laut yang menerpa kapal. Diatas kapal penulis menikmati setiap pemandangan, sambil mengamati kapal yang berlalu lalang melintas.

     Di sepanjang perjalanan, banyak hal direnungkan infrastruktur transportasi memang sudah baik namun masih jauh dari kata sempurna berkembang. Sistem konektivitas antar moda harus diperbaiki, kenyamanan penumpang masih bisa ditingkatkan. Dibalik itu semua ada harapan untuk terus maju berkembang dengan Indonesia maju, cepat, nyaman dan terjangkau. Akhirnya tiba di Prabumulih, penulis sadar ada satu hal: perjalanan bukan hanya tentang berpindah tempat, tapi juga tentang pengalaman, refleksi, dan impian. Dan dari perjalanan ini, penulis membawa banyak hal—kelelahan, cerita, serta harapan besar untuk masa depan  yang lebih baik.


           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERJALANAN PERGI UNTUK KEMBALI

Gambar 1.1 Stasiun Lempuyangan Gambar 1.2 Stasiun Tanjung Karang Gambar 1.3 Pelabuhan Merak-Bakauheni        Gambar 1.4 Stasiun Jakarta Jam ...